Mengenal Jenis Reksadana

Reksadana merupakan produk keuangan dimana investor mengumpulkan dana menjadi satu kemudian di kelola oleh manajer investasi yang sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk di investasikan ke produk pasar modal seperti Saham, Obligasi dan Pasar Uang.



Pada umumnya terdapat 4 jenis reksadana yaitu:


1. Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan tetap cocok untuk anda yang profilnya konservatif dan jangka waktu investasi biasanya 1-3 Tahun atau untuk anda yang menginginkan stabilitas pendapatan secara berkala dan minimal 80% dana nya di tempatkan di obligasi

2. Reksadana Campuran 

Reksadana campuran cocok untuk anda yang memiliki profilnya Moderat dan jangka waktu 3-5 Tahun contohnya untuk mempersiapkan downpayment rumah atau mungkin untuk biaya pernikahan dan sesuai namanya  ditempatkan di saham, obligasi dan pasar uang untuk nilai masing-masing biasanya di angka 79%

3. Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang ini cocok digunakan untuk dana darurat dan rencana liburan karena jangka waktu investasi biasanya kurang dari 1 tahun dan 100% dananya di pasar uang yang berupa deposito dan obligasi


4. Reksadana Saham

Reksadana saham karena bersifat high risk high return cocok untuk anda yang profilnya Agresif berorientasi pada jangka waktu diatas 5 Tahun seperti untuk menyiapkan dana pensiun dan biasanya minimal 80% dana nya di tempatkan pada saham

Dengan adanya jenis-jenis reksadana tadi investor dapat melakukan diversifikasi untuk meminimumkan resiko dan memaksimalkan return sebagai contoh contoh untuk investor dengan profil agresif dapat menempatkan dananya 50-70% pada reksadana saham dan sisanya nya pada reksadan pasar uang, reksadana pendapatan tetap dan reksadana campuran, hal lain yang anda harus ketahui dalam mengenal reksadana terdapat tiga jenis transaksi yaitu

Subscription / Pembelian
Redemption / Penjualan Kembali
Switching / Pengalihan seperti dari reksadana ke produk lainnya

Dasar transaksi menggunakan NAB/Nilai Aktiva Bersih yang dapat dilihat melalui website penyelenggara dari reksadananya, NAB Merupakan standart atau acuan harga yang digunakan untuk transaksi contoh:

Anda membeli reksadana Rp 12.000.000 Dengan NAB 1200 maka unit penyertaan yang kita dapatkan yaitu 12.000.000 dibagi 1200 jumlahnya 10.000

Demikianlah seputar tentang reksadana semoga bermanfaat, Yukk nabung Reksadana sekarang

Belum ada Komentar untuk "Mengenal Jenis Reksadana "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel